Dia bernama ningrum, wanita introvert yang sudah membuat sebagian hidupku berubah,
berubah dari yang awalnya boros, berubah dari yang awalnya lemah, berubah yang sebelumnya tanpa arah, kini menjadi lebih baik,
Pertemuan saya dengan dia adalah pertemuan yang tidak disengaja, melalui sebuah aplikasi Nebengers, saya bisa berteman dengan beliau,
dia wanita yang benar-benar sangat tertutup hanya sebagian orang saja yang dapat masuk dalam kehidupannya, seiringnya waktu hati ini bergerak untuk bisa meminangnya, namun apadaya kalau cinta itu tidak bisa dipaksakan begitu saja,
Ningrum adalah wanita hebat yang saya pernah kenal, hebat dalam pemikiran jangka pendek dan hebat dalam pemikiran jangka panjang, banyak ilmu yang saya dapat semenjak kenal dia,
dia adalah lulusan S1 bidang transportasi udara disalah satu kampus ternama, untuk saya bisa mengenalnya lebih jauh ada rasa takut tersendiri, ya maklum saya cuma karyawan biasa yang gak ada apa-apanyaa.
dia wanita yang benar-benar sangat tertutup hanya sebagian orang saja yang dapat masuk dalam kehidupannya, seiringnya waktu hati ini bergerak untuk bisa meminangnya, namun apadaya kalau cinta itu tidak bisa dipaksakan begitu saja,
Ningrum adalah wanita hebat yang saya pernah kenal, hebat dalam pemikiran jangka pendek dan hebat dalam pemikiran jangka panjang, banyak ilmu yang saya dapat semenjak kenal dia,
dia adalah lulusan S1 bidang transportasi udara disalah satu kampus ternama, untuk saya bisa mengenalnya lebih jauh ada rasa takut tersendiri, ya maklum saya cuma karyawan biasa yang gak ada apa-apanyaa.
Ningrum ini orang yang kadang ngeselin kadang juga sangat baik, tuhan memang menciptakan dia dengan sedikit berbeda,
sedikit kecewa karena tahu dia masih mencintai mantannya, harapan untuk memilikinya jadi pendamping hidup seketika sirnah begitu saja, meskipun saya belum tahu gimana sebenernya hati dia, saya berusaha bersikap biasa aja kepadanya karna takut malah merusak pertemanan kita,
sedikit kecewa karena tahu dia masih mencintai mantannya, harapan untuk memilikinya jadi pendamping hidup seketika sirnah begitu saja, meskipun saya belum tahu gimana sebenernya hati dia, saya berusaha bersikap biasa aja kepadanya karna takut malah merusak pertemanan kita,
ya, pertemanan yang benar benar nyata menurutku,
semua memang sudah ditakdirkan oleh yang maha kuasa, mungkin saya hanya ditakdirkan untuk mencintainya saja tanpa bisa memilikinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar